Hook

—
Their other posts in the index, biggest breakout first.
Prospek saham Indo 2026! Mari kita ngulik untuk 2026. Mana tau saham yang kita pilih bisa menghasilkan profit yang bagus di 2026! Disclaimer! Ini dari point of view saya! Bukan ajakan untuk membeli! Kita cek sama-sama! 2026, terutama semester satu, masih akan didominasi oleh saham-saham konglo! Sorry to say, fundamental masih harus minggir dulu sama saham-saham konglo! Karena saham-saham konglo benar-benar ngincer masuk MSCI! Karena begitu kau masuk MSCI, nggak ada pilihan, selain global fund, untuk beli! Kenapa harus MSCI? Logikanya begini: di luar negri, khususnya di Amerika, saham-saham Amerika didominasi oleh 7 perusahaan besar yang kita sebut "Magnificent 7". Ada Amazon (AMZN), ada Tesla (TSLA), ada Google (GOOG), ada Nvidia (NVDA), ada Apple (AAPL), ada Meta. Meta kita tahu itu Facebook, IG, WA! 7 saham ini udah sangat mahal dan PE overall di S&P vendor udah sangat tinggi! Karena itu orang cenderung main aman! Mereka masuk ke instrumen yang pasif, contohnya ETF. Nah ETF ini driven-nya salah satunya MSCI! Jadi kalau kamu taruh di ETF dan salah satu ETF-nya itu ETF yang ada emerging marketnya dan masuk MSCI, mau nggak mau saham-saham tersebut masuk daftar yang layak beli atau harus dibeli lah, saham ETF yang main di emerging fund! So, no wonder kalau fund-fund besar kayak BlackRock yang punya MSCI iShare Indonesia gitu kan, dan ETF-ETF yang lain berbondong-bondong beli saham-saham yang masuk MSCI dari Indonesia! Karena itu perusahaan konglomerasi besar berusaha semaksimal mungkin memasukkan sahamnya masuk MSCI! Salah satu faktor untuk masuk MSCI, free float-nya harus cukup, gitu kan. Lalu transaksi hariannya sekian juta dollar, harus ada! Market cap-nya harus sekian, nanti kita bahas di video yang lain! Tapi intinya berbondong-bondong masuk MSCI artinya ada liquidity. Plus nama kamu wangi untuk pemain saham lokal! Kamu nggak akan dicaci-maki karena kamu pump-and-dump, karena yang kamu incar memang benar-benar duit asing skala besar! Itulah kenapa saham-saham konglo berusaha ngincer ke MSCI! Kita lihat saham-saham dari beberapa group konglomerasi besar di Indonesia! Saham-saham konglo ini banyak groupnya. Ada group Pak Prajogo, ada groupnya Sina Salim, ada groupnya Pak Hasyim, ada gengnya Adaro, ada juga grupnya Pak Happy Hapsoro. Kita coba bahas secara cepat! Kita mulai dari grupnya Pak PP! BREN akhirnya masuk MSCI, small mid-cap, belum masuk yang global standard! Dia pasti berusaha gimana caranya bisa masuk ke global standard! Tapi kalau saya lihat dari segi harga, kayaknya sudah cukup! Yang belum cukup itu tinggal profit plus free float-nya. So, kalau kita expect terlalu banyak dari kenaikan harga dari BREN, saya rasa akan ada kenaikan, tapi nggak sangat bagger! Berikutnya BRPT! BRPT masih tergolong menarik, BREN dan PTRO, dua-dua ini sudah masuk MSCI, tapi yang small mid-cap. Mereka pasti berusaha untuk memastikan kedua saham ini masuk ke MSCI global standard! Untuk BREN, masalahnya bukan di harga, hanya di profit + free float. Jadi ini yang dikejar lah! Untuk PTRO, market cap-nya masih kurang untuk ngejar ke global standard. Jadi masih akan ada kenaikan yang lumayan lah! Mungkin 20% lagi ya dari PTRO untuk bisa ngejar dari segi market cap! Buat kalian yang ketinggalan PTRO, no worries! Masih ada CDIA dan BRPT! Setelah berhasil memasukkan PTRO ke sana, minimal CDIA akan didorong masuk ke MSCI yang small-cap dulu! CDIA menarik, lagi turun harganya 1700-an. So, buy on weakness! Kita tinggal cari, mulai average dan teman-teman boleh kejar lah! Teman-teman boleh fokus CDIA untuk tahun 2026! BRPT juga boleh buat yang ketinggalan, tapi ingat, BRPT sudah masuk di MSCI global standard! So, di antara grupnya Pak PP, yang paling menarik mungkin IPO barunya Pak PP + CDIA itu sendiri! Kita cek ke grupnya Pak Happy! Untuk grupnya Pak Happy Hapsoro, RAJA dan RATU sudah masuk ke MSCI small mid-cap. Sepertinya dari antara dua ini, akan ada salah satu yang di push duluan untuk geser ke MSCI global standard. Ya kita lihat yang mana lah! So, kedua saham ini masih punya chance untuk ada kenaikan, tapi untuk naik kenceng sepertinya nggak lah! Tapi kalau 20-30% masih punya chance. Berikutnya, sahamnya dari grupnya Pak Hasyim! WIFI sudah masuk MSCI small mid-cap. Ada chance buat dia didorong naik ke atas. Problemnya sama kayak BREN, profit + free float aja. Utamanya lebih ke profit, kalau untuk kita ngomong WIFI ya! Terus ada juga COIN yang baru saja dibeli sebagian persentasenya oleh Arsari Group punya Pak Hasyim. COIN punya chance untuk masuk MSCI, market cap-nya tinggal naik 20-30%, udah oke untuk masuk di MSCI! So, COIN ada chance juga, kenaikannya. Berikutnya dari grupnya Salim, sepertinya yang paling punya chance untuk kembali masuk MSCI itu BUMI. Kalau untuk BRMS, memang dia baru keluar, tapi ya, 6 bulan lagi, who knows? Dia bisa masuk. So, untuk di grupnya Salim, collab dengan group konglomerasinya Bakrie, mungkin yang jadi highlight tahun depan adalah BUMI dan BRMS. Karena tiga-tiga ini sepertinya ada kepemilikan yang bersamaan antara group Bakrie dengan groupnya Salim. Berikutnya, kombinasi antara groupnya Adaro + groupnya Sinarmas. Saya rasa EMAS ini menarik untuk didorong ke MSCI! Sayangnya awal Desember 2025 ini udah ditarik gila-gilaan dari 3000 jadi 5000! Sepertinya emas akan di push untuk masuk ke MSCI small mid-cap, tapi saya lihat kalau profitnya mulai bagus dalam 1-2 tahun kedepan, emas ini sasaran utamanya adalah MSCI global standard. So, which one yang menurut kalian menarik buat dibeli? Kalau saya sih paling ngincer sama CDIA, plus kalau grupnya Pak Hasyim, ada akuisisi perusahaan yang baru lagi! Motor mobil lanjut sama-sama bahas di kolom komentar. Follow for more! Bye bye!