Hook

Their other posts in the index, biggest breakout first.
Di tengah keheningan itu, sebuah perdebatan kecil dimulai. Sebenarnya, hantu itu secara ilmiah nggak ada Pak. Hushi, sembarangan kamu Fer. Kamu ini anak muda, disekolahin tinggi-tinggi malah nggak percaya sama yang begituan. Belum tahu apa-apa kamu. Bukan gitu Pak, kalau memang hantu itu ada wujudnya, logikanya pasti ada bukti fisiknya. Masalahnya, yang kita sebut bukti selama ini cuma dari cerita orang. Lho, buktinya banyak! Orang sekampung ini saksinya. Ada yang lihat pocong, lihat genderuwo di beringin. Masa orang satu desa matanya salah semua?! Mereka nggak bohong soal apa yang mereka lihat Pak, tapi otak mereka yang salah menerjemahkan. Itu namanya pareidolia. Pare apa? Penyakit? Bukan, itu cara kerja otak kita. Bapak pernah lihat awan terus mikir bentuknya mirip wajah orang? Atau lihat tumpukan baju di kamar gelap seolah-olah kayak orang berdiri? Nah, di tempat gelap, mata kita cuma menangkap siluet. Otak manusia itu punya insting otomatis untuk mencari bentuk wajah atau postur manusia sebagai bentuk pertahanan diri. Apalagi kalau dari rumah orangnya sudah ketakutan duluan, bayangan pohon pisang pun diolah otak jadi wujud pocong. Oke, anggaplah matanya salah. Terus bau bunga melati tiba-tiba tengah malam? Itu ciri khas ada makhluk halus lewat Fer, mau dibantah pakai teori apa lagi? Itu biologi dasar Pak. Bunga melati dan sedap malam itu penyerbukannya dibantu oleh ngengat serangga yang aktifnya cuma di malam hari. Makanya, saat malam makin larut, suhu turun dan udara jadi lebih lembap, bunga-bunga ini secara alami akan mengeluarkan senyawa aromatik lebih kuat untuk memanggil serangga itu. Jadi wanginya semerbak bukan karena ada kuntilanak lewat, tapi karena bunganya lagi manggil serangga buat kawin. Tapi kemarin malam di kebun bambu belakang kelurahan saya dengar sendiri kuntilanak ketawa melengking! Mau bilang saya halusinasi juga?! Saya percaya Bapak dengar suara itu, tapi itu bukan kuntilanak Pak. Itu suara musang pandan jantan yang lagi musim kawin. Frekuensi suara hewan-hewan nokturnal seperti musang pandan atau beberapa jenis burung hantu itu memang melengking dan bersahut-sahutan. Karena suasananya malam dan sepi, ekonya mantul di antara pepohonan. Di telinga kita, suaranya terdistorsi mirip seperti tangisan atau orang ketawa cekikikan. Orang yang kaget mendengarnya pasti langsung mikir kuntilanak. Takutnya mungkin terasa nyata, tapi penyebabnya sering kali jauh dari kata mistis.