On-screen text
Fakta menakutkan
tentang pikiran
manusia
Kebanyakan orang berpikir
kalau setiap mekanisme
ditubuh itu tujuannya
membantu manusia
Tapi bagaimana jika fakta
lapangan nya gak selalu
seperti itu ?
Coba ambil contoh orang yang
udah tau tindakan nya salah
tapi tetap di lakuin,
Sebenar nya perilaku mereka itu
bukan 100% niat diri mereka sendiri
tapi ada intervensi otak di balik nya
Biar
gw
jelasin......
Sejak awal evolusi, otak manusia dirancang
untuk membenci ketidaknyamanan.
Di zaman purba, rasa tidak nyaman hampir
selalu menandakan adanya ancaman fisik
yang membahayakan nyawa.
Di era modern,
ancaman tersebut bergeser.
Ketika lu melakukan tindakan yang
berpotensi merusak harga diri atau
status sosial,
otak secara otomatis mendeteksi hal
itu sebagai ancaman dan memicu
ketidaknyamanan mental.
Ideal nya ketidaknyamanan itu seharus
ya menjadi sinyal bahwa apa yang
dilakukan si manusia salah
dan harusnya membuat dirinya
sadarkan ?
Tapi karena mekanisme otak
bernama Modifikasi Kognitif,
otak mencoba manipulasi
diri kita lewat 3 cara utama.
Saat lu melakukan kesalahan, otak akan secara aktif
menyuntikkan informasi, alasan, atau bukti baru
yang bernilai positif ke dalam struktur berpikir lu.
Tujuannya adalah menciptakan alasan buatan
(artificial reasoning) untuk mendukung perbuatan
salah yang sudah terlanjur terjadi.
Contoh:
seseorang yang tahu merokok itu merusak
tubuh akan membela diri dengan alasan,
"gw merokok karena ini satu-satunya cara
agar gw bisa fokus bekerja."
Setelah bukti buatan berhasil diciptakan, otak
melanjutkan proses ke tahap Belief Revision.
Pada tahap ini, otak secara bertahap mengubah
persepsi dan nilai awal yang lu pegang agar
sejalan dengan tindakan salah tersebut.
Nilai moral awal ditolak, dan standar baru
disesuaikan agar perbuatan lu terasa wajar.
Kemudian untuk membuat diri tambah
yakin dan lepas dari rasa bersalah,
otak akan melakukan Trivialization
otak akan meyakinkan diri lu kalau
dampak buruk dari tindakan tersebut
tidak senegatif yang dipikirkan orang
lain.
Kesalahan besar diubah persepsi nya
menjadi sekadar "masalah kecil yang
tidak perlu dipermasalahkan".
Dan lu tau
apa yang
menakutkan
dari ini ?
Itu adalah fakta kalau orang-orang akan
selamanya terjebak dalam kebodohan mereka sendiri,
Mereka akan terus mengulangi kesalahan yang sama,
tanpa pernah menyadari kalau nasib nya bisa kaya
gitu karena mekanisme otak nya sendiri