Original caption
Empat tahun bekerja di Taiwan, Bukhori (32) berusaha membangun masa depan keluarganya dari kejauhan. Setiap bulan, pekerja migran Indonesia (PMI) asal Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, itu mengaku rutin mengirim uang Rp12 juta hingga Rp15 juta kepada istrinya, M (32), yang tinggal di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Sebagian uang tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Sisanya ditabung sebagai modal membangun rumah agar kelak mereka memiliki tempat tinggal yang lebih layak. Namun, harapan itu justru berujung kekecewaan. Saat kembali ke Indonesia, Bukhori mengaku mendapati tabungan yang disiapkan untuk membangun rumah telah habis. Ia juga mengetahui istrinya melahirkan dua anak lagi ketika dirinya masih bekerja di Taiwan. Bukhori mengaku terpukul karena selama merantau, komunikasi dengan istrinya tetap berjalan. Ia merasa telah menjalankan tanggung jawabnya sebagai suami dengan rutin memberikan nafkah. “Selama rumah tangga juga tidak ada masalah, komunikasi lancar, nafkah juga rutin saya transfer,” ujar Bukhori. Persoalan rumah tangga tersebut kini berlanjut ke jalur hukum. Bukhori melaporkan istrinya atas dugaan perz!naan ke Polres Indramayu. 📝 wartakota #bukhori #pekerjamigranindonesia #tkitaiwan #selingkuh #suamihebat