Original caption
Suwarno, seorang pria lanjut usia atau lansia warga Jogoyudan, Gowongan, Jetis, Kota Yogyakarta, DIY sudah setahun lebih tak memperoleh bantuan sosial (bansos) pemerintah. Belum ada kejelasan pasti penyebabnya. Tapi, satu hal yang cukup mengganjal bagi lansia sebatang kara ini adalah dirinya tercatat masuk desil 10, atau kelompok dengan tingkat kesejahteraan relatif paling tinggi pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). “Wah, berarti saya kaya dong. Harusnya saya punya mobil, punya motor, punya segalanya. Tapi faktanya kan tidak,” kata Suwarno ditemui di kediamannya, Jumat (28/8) pagi. Suwarno sendirian menghuni sebuah rumah di tengah-tengah kampung padat penduduk dekat Sungai Code. Istrinya telah wafat sejak 2010 dan kedua anaknya telah lama mentas ke luar kota. Lansia 70 tahun yang menderita kelainan tulang belakang itu mendiami sebuah rumah sederhana warisan dari zaman kakek. Lantainya tegel dan atap rumahnya terlihat usang. Alat elektronik cuma nampak sebuah televisi serta kulkas yang ternyata sudah rusak. Untuk alat transportasi, Suwarno mengaku tidak punya. Sepeda motor yang dititipkan di depan rumahnya adalah milik adiknya. Sejak masih bekerja dahulu, dia biasa bepergian naik bus atau berjalan kaki. Suwarno sendiri adalah mantan pustakawan salah satu kampus swasta di Sleman, DIY. Ia purna tugas per 2011 lalu. Uang pensiunan Rp900 ribu per bulan adalah tumpuannya, selain bansos Program Keluarga Harapan (PKH) Rp600 ribu per tiga bulan sekali yang tiba-tiba mandek April 2025 kemarin. “(Terakhir menerima) 2025 bulan Januari sampai Maret, dan Aprilnya itu sudah langsung di-cut,” ujarnya. Beberapa waktu lalu, Suwarno sempat mencoba mencari tahu alasan bansosnya tak lagi cair. Sewaktu ke kelurahan setempat itulah, dia mengetahui bahwa dirinya ditempatkan di desil 10. Dengan pemasukan seadanya Suwarno harus benar-benar menekan pengeluarannya untuk setidaknya bisa makan cukup. Belum lagi untuk kebutuhan lain seperti biaya air dan listrik. Padahal, menurut Suwarno, dengan tambahan bantuan dari pemerintah saja untuk makan layak sudah sulit. Apalagi sekarang. #suwarno #desil10 #superkaya #dtsen #bansos