Original caption
TPNPB-OPM mengklaim enam anggota Kodap III Ndugama pimpinan Egianus Kogeya terluka akibat temb*kan dan b0m dari dua pesawat tempur di Nduga, Papua Pegunungan, pada Jumat 18 September 2026 dini hari, lalu meminta TNI menghentikan serangan udara dan penggunaan senjata berat dengan alasan membahayakan warga sipil. Klaim itu disampaikan lewat pernyataan pers markas pusat TPNPB pada 23 September, dengan dugaan pesawat berangkat dari Timika. Namun versi TNI sama sekali berbeda. Pangkogabwilhan III Letjen Lucky Avianto menyebut Satgas Habema terlibat kontak temb*k di darat saat menyisir hutan Nduga untuk memburu kelompok Egianus pada Senin 21 September, berhasil mendorong mereka menjauh dari permukiman, dan seluruh prajurit selamat. Tidak ada pernyataan TNI soal pesawat maupun b0m, dan tanggal versi keduanya pun tidak sama. Klaim serangan udara dari TPNPB bukan yang pertama, termasuk soal Super Tucano pada 2025 dan Kiwirok pada 2021, dan sampai kini belum pernah terverifikasi secara independen. Sumber: Suara Papua, JPNN, Okezone, SINDOnews, Koran Papua *gambar ilustrasi