Original caption
Aktivis lingkungan sekaligus pendiri Yayasan Kalaweit, Chanee Kalaweit, mempertanyakan angka 639,23 hektare karhutla yang dilaporkan Kepala BNPB Letjen Suharyanto kepada Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas di Istana Merdeka, Senin (12/10/2026). Lewat kolom komentar dan Instagram Story, Chanee menyebut angka itu palsu sambil membagikan citra satelit Zoom Earth dan NASA FIRMS per 15 Oktober yang memperlihatkan sebaran titik api di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan. Dalam rapat itu, Prabowo sendiri sempat meminta konfirmasi ulang karena mengira kebakaran masih puluhan hingga ratusan ribu hektare. BNPB kemudian menjelaskan, angka itu bukan total luas lahan terbakar secara nasional, melainkan area yang masih dalam proses pemadaman di enam provinsi prioritas, dan per 14 Oktober diperbarui menjadi 663 hektare. Menurut BNPB, kebakaran gambut bisa membakar hingga ke bawah permukaan tanah, sehingga asapnya jauh lebih besar dibanding luas yang terlihat. Sementara itu, dari 639 hektare tersebut, 513,89 hektare berada di Taman Nasional Tanjung Puting yang menurut Suharyanto merupakan lahan mineral, bukan gambut. Sumber : Kompas, Kumparan, IDX Channel, AFU.id, Rancak Media/Katadata