Original caption
Setelah sempat bersih melalui aksi kolaborasi Pemkab Banyuwangi, warga desa, Sungai Watch, dan berbagai pihak, sampah di Sungai Kalimati Muncar kembali menumpuk. Bu Ipuk pun menyiapkan langkah integrasi penanganan sampah yang berkelanjutan. Menurutnya, persoalan sampah di muara Sungai Kalimati tidak bisa selesai hanya sekedar membersihkan tumpukan sampah. Pasalnya, setelah sempat bersih melalui aksi kolaborasi Pemkab Banyuwangi, Sungai Watch, warga, dan berbagai pihak, sampah kembali menumpuk beberapa minggu kemudian. “Ini menunjukkan bahwa persoalan sampah tidak cukup dengan membersihkan sungai. Harus ada perubahan perilaku, sistem pengelolaan sampah yang baik, dan pengawasan bersama agar sampah tidak kembali menumpuk,” kata Bu Ipuk. Untuk itu, Pemkab Banyuwangi menyiapkan rencana aksi komprehensif di sepanjang 1.645,82 meter alur Sungai Kalimati. Penanganan dirancang secara bertahap, mulai dari pembersihan skala besar, pencegahan pembuangan sampah di sungai, hingga pengelolaan sampah yang melibatkan masyarakat dan pelaku usaha di sekitar sungai. Sebagai langkah awal akan dilakukan kerja bakti massal pada Senin (26/10/2026) mendatang. Setelah pembersihan, akan dipasang paranet di atas sungai. Selain itu, kamera CCTV akan dipasang di titik strategis untuk memantau aktivitas pembuangan sampah sembarangan. Bersamaan itu, pemkab akan mengajak warga untuk kesepakatan bersama Banyuwangi Hijau terkait pengelolaan sampah berkelanjutan.