Hook

Their other posts in the index, biggest breakout first.
Bulan lalu saya terpaksa memecat staff yang sudah punya pengalaman kerja belasan tahun. Jadi begini ceritanya. Di hari Kamis malam saya ngecek kerjaan-kerjaannya dia, tidak ada satupun yang ditandai selesai. Jadi di kantor saya, kami menggunakan aplikasi Kanal untuk manajemen tugas tim. Saya bisa selalu tahu siapa mengerjakan apa dan statusnya bagaimana. Di hari Jumat sore saya kembali memeriksa pekerjaannya dia dan lagi-lagi tidak ada yang kelar. Tapi masih saya abaikan, mungkin karena memang butuh waktu yang lebih. Di hari Sabtu pagi kembali lagi saya memeriksa dan saya tetap temukan status kerjanya masih sama, gak ada yang beres. Saya penasaran karena beberapa item pekerjaannya itu tidak butuh waktu berhari-hari. Saya coba hubungi dia via Telegram tapi chat-nya gak masuk. Selang satu jam saya coba konfirmasi ke rekan-rekannya di satu tim tapi gak ada yang tahu dia di mana. Bahkan sejak Kamis siang dia sudah tidak membalas chat rekannya yang meminta data ke dia. Sepanjang Jumat dan Sabtu pun dia gak ngabarin ke siapa-siapa. Akhirnya saya jadi khawatir dan menghubungi dia via chat WhatsApp. Saya coba telepon juga tapi chat saya tidak dibalas, telepon juga tidak diangkat. 10 menit kemudian saya menerima pesan WA bunyinya: Maaf Pak, saya lagi sakit. 20 menit setelahnya saya menerima foto disertai informasi bahwa dia sakit flu dan demam. Staff ini baru bergabung dua setengah bulan di kantor saya. Saya rekrut karena dia punya pengalaman kerja belasan tahun. Saya pikir seharusnya lebih profesional dalam bekerja. Selama masa probation ini dia sebenarnya sudah beberapa kali ngabarin tidak bisa masuk karena sakit dan selalu saya izinkan. Saya juga tipe pimpinan yang tidak pernah meminta surat sakit. Tapi saya paling tidak bisa jika ada staff yang menghilang tanpa kabar. Menurut saya itu adalah red flag dan kesalahan yang fatal. Dia mangkir berhari-hari dan sampai harus dicari baru mau mengabari. Saya langsung meminta rekan kerjanya untuk mengambil fasilitas kantor yang ada di dia. Soalnya tahun lalu ada staff kantor yang juga menghilang dan membawa kabur aset kantor. Jadi saya harus antisipasi potensi penggelapan aset. Setelah itu saya terpaksa harus menyudahi masa percobaannya di perusahaan saya. Lebih mudah untuk toleransi staff yang sakit atau salah dalam bekerja. Tapi kalau menghilang tanpa kabar seperti ini saya sudah punya trust issue yang besar. Sudah tidak mungkin untuk bekerja sama dengan tim yang kita sudah tidak percayai. Bisa menghilang kapan aja. Makes sense ya.