Hook

Their other posts in the index, biggest breakout first.
Staff saya hampir banget tertipu oleh orang yang nelpon dan mengaku customer service salah satu bank. Dia ini orang IT yang ngerti banget modus penipuan begini, tapi tetap saja dia sudah ngasih satu dari dua data sensitif yang harusnya gak boleh diberikan. Ceritanya begini. Jadi dia baru nerima kartu kredit dari salah satu bank. Nah besoknya ada yang nelpon dari nomor 021 dengan nada bicara sangat profesional, mirip CS bank beneran. Herannya penipu ini bisa tau bahwa dia punya kartu kredit dari bank itu. Jelas datanya sudah bocor. Logikanya kartu kredit itu ada pihak atau orang yang menyetujui, ada yang mencetak, ada yang mem-packing, ada yang mengirimkan ke kurir dan ada orang yang mengantarkan ke alamat. Jadi sebenarnya ada banyak pihak yang tau bahwa dia punya kartu kredit itu. Belum cukup sampai di sana, penipu ini juga tau data-data pribadinya. Bisa menyebutkan nama lengkap, tanggal lahir hingga alamat rumah dengan benar. Kuat dugaan penipu ini sudah pegang data pribadi kita yang bocor di berbagai layanan atau website-website pemerintah. Beberapa tahun terakhir banyak kasus data-data pribadi kita yang diretas dan dijual dengan bebas di dark web. Jadi gak heran kalau ada yang tau data pribadi kita dengan lengkap. Gara-gara itu staff saya yakin bahwa ini adalah beneran CS bank di tempat dia membuka kartu kredit. Nah si penipu bilang limit kartu kreditnya keliru, butuh penyesuaian. Untuk itu si CS minta 16 digit nomor kartu ke staff saya. Tanpa curiga dia menyebutkan angka lengkapnya. Kemudian si penipu lanjut untuk meminta tiga digit kode CVV yang ada di belakang kartu. Di sinilah staff saya tiba-tiba sadar bahwa ini adalah sebuah penipuan. Dia akhirnya berhenti dan gak menjawab pertanyaan terakhir. Dia masih ngeh bahwa tiga digit kode CVV adalah kode yang rahasia dan tidak mungkin ditanyakan oleh CS bank. Banyak yang gak sadar bahwa hanya bermodalkan nama lengkap, nomor kartu dan tiga digit kode CVV, siapapun bisa melakukan transaksi. Ada banyak sekali website di luar negeri yang tidak membutuhkan kode OTP. Dari pengalaman ini saya menghimbau kita semua untuk jauh lebih waspada. Data kita sudah bocor sejak lama, penipuan gampang terjadi. Jaga baik-baik data akses perbankan kita. Penipu sekarang makin canggih, banyak orang yang jadi korban dan merugi. Makes sense ya.