Hook

Their other posts in the index, biggest breakout first.
Beberapa minggu lalu, saya interview seorang kandidat pria berusia 29 tahun. Tapi saat saya ngasih satu pertanyaan ini, jawabannya bikin saya kaget. Begini ceritanya. Pencari kerja ini single, lulus tahun 2018, kemudian terakhir bekerja di tahun 2019. Sejak saat itu hingga saat ini 2024, dia bekerja serabutan dengan penghasilan 500.000 sampai 2,5 juta per bulan. Saat saya interview, dia gak bekerja dan tinggal menumpang di rumah saudara. Skill-nya banyak, dia bisa fotografi, videografi, dan digital marketing. Di sela-sela sesi interview, dia sempat curhat, dengan skill saya ini pak, masih susah banget dapat kerja. Dari dulu udah nyari, tapi belum pernah diterima. Saya gak tahu salah saya di mana, mungkin bukan jodoh saya aja. Dia juga ngomong kalau dia baru sadar usianya sudah 29 tahun, namun belum punya penghasilan yang tetap. Akhirnya saya ngasih satu pertanyaan interview umum ke dia, why should I hire you? Kenapa saya harus memilih kamu? Jawabannya, karna saya bisa belajar di perusahaan Bapak. Dia masih mau belajar, bukan meyakinkan saya bahwa dia bisa berkontribusi. Padahal harapan saya, dia sudah mencari tahu tentang bisnis saya dan bisa menceritakan bagaimana dia bisa membuat perusahaan saya lebih baik, setidaknya untuk posisi yang dia mau isi. Saya gak sedang buka lembaga pendidikan, jadi jangan belajar lagi di perusahaan saya. Ekspektasi pengusaha saat mencari karyawan itu selalu tentang kontribusi. Jawabannya keliru, usahanya gak ada, dia tidak antusias ingin bekerja, saya jadi gak bisa nerima. Makes sense ya.