Original caption
Sebagai guru, saya ingin mengajak kita melihat anak bukan hanya dari “background”-nya. Karena sering kali kita berpikir, “Sekolahnya bagus, kok nilainya biasa saja?” atau “Gurunya hebat, kok anaknya tidak kelihatan menonjol?” Padahal pendidikan tidak bekerja seperti transfer uang. Kita tidak bisa memasukkan pengetahuan ke kepala anak lalu berharap hasilnya otomatis sama. Setiap anak punya starting point, cara berpikir, pengalaman, motivasi, dan proses belajar yang berbeda. Saya melihat sendiri di sekolah, anak yang sudah mendapatkan pembelajaran yang baik pun tetap membutuhkan waktu untuk memahami, mencoba, gagal, mendapatkan feedback, lalu mencoba lagi. Karena knowing something is not the same as being able to use it. Pernah diajari bukan berarti langsung bisa menerapkan. Pernah berada di sekolah bagus juga bukan berarti otomatis menghasilkan prestasi yang sesuai ekspektasi kita. Jadi, kalau suatu saat kita melihat seorang anak yang hasilnya “tidak sesuai dengan background-nya”, mungkin pertanyaannya bukan, “Kok bisa?” atau “Siapa yang salah?” Tapi, “Sebenarnya apa yang sedang terjadi dalam proses belajarnya?” Sebagai orang dewasa, kita perlu berhenti menjadikan background sebagai jaminan atas outcome. Background bisa menjadi starting condition, tapi bukan destiny. Dan mungkin, yang perlu kita ubah bukan anaknya, melainkan cara kita memahami proses belajar dan ekspektasi kita terhadap mereka. #PendidikanAnak #ParentingIndonesia #GuruIndonesia #MemahamiAnak #CatatanPendidik